Tips Memanaskan Mesin Mobil dengan Baik

Bagaimana cara memanaskan mesin mobil dengan baik dan benar? Dipakai atau tidak, mobil pada dasarnya pelu dipanaskan. Dalam memanaskan mobil selain berguna untuk daya lifetime dari aki, juga berguna bagi sirkulasi oli sebelum mobil digunakan.  Seperti halnya tubuh manusia sebelum melakukan olahraga perlu dilakukan pemanasan dahulu agar tidak terjadi kemungkinan cidera otot.

Cara memanaskan mesin mobil yang benar perlu diketahui bagi para pemilik mobil terutama mobil pemilik mobil yang masih baru agar tidak sering masuk bengkel. Pemanasan mesin mobil berguna untuk sirkulasi atau naiknya cairan oli (oli mesin, oli kompresor AC, oli transmisi AT) dapat mencapai temperatur operasinya dan siap melumasi setiap bagian dengan sempurna. Selain itu juga berguna untuk mengurangi kelembaban tinggi pada knalpot agar tidak menimbulkan korosi atau karat. Jika ada binatang yang menyusup dalam mesin seperti tikus, cicak, dll bisa langsung pergi sebelum menggerogoti kabel-kabel dalam mobil.

Cara Memanaskan Mesin Mobil yang Benar secara berkala akan membawa efek jangka panjang yang baik, yaitu; mesin, kanlpot, transmisi AT serta AC menjadi lebih awet, rendah emisi dan tidak mudah rewel.Meskipun hal ini cukup sederhana tetapi kadang banyak orang tidak melakukannya. Lalu bagaimana cara memanaskan mobil dengan baik? berikut langkah-langkahnya

Cara Memanaskan Mesin Mobil yang Benar

Cara Memanaskan Mesin Mobil yang Benar


1. Hal yang dilakukan pertama kali adalah memastikan transmisi pada posisi netral (MT) atau parking (AT).

2. Pastikan  semua sistem kelistrikan mobil atau electrical (terutama AC) dalam keadaan OFF, agar mesin tidak makin berat saat distarter .

3. Putar kunci kontak pada posisi II/ ON lalu periksa semua meteran & indicator lamp menyala dengan baik.
Secara umum, posisi kunci kontak mobil 3
- I/ ACC untuk menghidupkan aksesoris misal radio tape
- II/ ON untuk menghidupkan sistem pengapian mesin
- III/ START untuk men-starter mesin.

Untuk mobil-mobil bermerk tertentu, maka sebelum memutar kontak pada posisi III/ START, sebaiknya biasakan berikan jeda waktu minimal 10 detik untuk memberikan kesempatan INSTALL program komputer ECU-nya duluan sampai finish.

4. Putar kunci kontak pada posisi III untuk menghidupkan engine. Setelah mesin sudah hidup pastikan bahwa  indicator lamp untuk bagian; battery charging, oil pump, engine, air bag, power steering, semuanya padam atau jika menggunakan analog semua jarum turun.
Gunakan meteran temperatur mesin/ jarum temp. sebagai referensi untuk mencegah memanaskan mobil yang kurang atau berlebihan.

5. Setelah mesin hidup, hindari untuk langsung menghidupkan AC karena oli mesin masih relatif dingin dan belum sempurna melumasi semua bagian mesin.

6. Saat jarum temp. sudah mencapai garis pertama (di atas C/ Cold), barulah AC bisa dihidupkan.
Saat memanaskan mesin, maka AC wajib dihidupkan agar oli dalam kompresor AC ikut menjadi hangat dan mengalir sempurna ke semua bagian.

7. Ketika  pemanasan mesin berlangsung, biasakan untuk membuka kaca-kaca pintu + 1 menit agar ada pergantian udara segar dalam kabin.

8. Nah, ketika jarum temp. sudah mencapai garis tengah (+ 85*C) antara C dengan H/ Heat, barulah mobil bisa segera dijalankan mengingat pemanasan mesin sudah dianggap mencapai normal, berikut oli kompresor AC dan oli transmisi AT yang juga sudah ikut terhangatkan.

Jika anda hanya ingin memanaskan mesin saja, maka pada no. 8, proses memanaskan mesin berarti sudah cukup & mesin boleh dimatikan kembali dengan mematikan semua sistem kelistrikan (terutama AC) terlebih dulu sebelumnya.

Mesin mobil yang kurang pemanasan, akan menyebabkan mobil agak berat bergerak saat dijalankan, baik dari awal sampai akhir perjalanan. Mesin yang tidak mau langsung hidup, sebaiknya didiamkan minimal 5 detik sebelum di start ulang serta hindari cara dengan mengocok pedal gas, karena campuran dengan komposisi kaya rawan menghasilkan jelaga/ kerak yang berpotensi membuntu lubang-lubang kecil injektor/ penyembur BBM.

Mesin yang dipanaskan secara berlebihan menyebabkan pemborosan BBM & menimbulkan bahaya deposit di ujung injektor/ penyembur BBM yang bisa menyebabkan: mesin tidak langsung hidup saat di start dan perlu diulangi sampai beberapa kali atau mesin dapat langsung hidup tapi tersenggal-senggal dulu saat di start.

Lihat Juga Tips Memilih Audio Mobil

Demikian langkah dalam memanaskan mesin mobil yang benar, semoga tips memanaskan mobil ini bisa bermanfaat bagi anda yang mencari cara memanaskan mobil yang benar. Salam oto.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tips Memanaskan Mesin Mobil dengan Baik

0 komentar:

Poskan Komentar